Rabu, 12 Februari 2014

Bukan sekadar berganti pekerjaan

Berapa kali anda pernah mendengar orang mengatakan sebagian dari
pernyataan berikut?
1. "Saya berharap dapat keluar dari pekerjaan saya."
2. "Saya capek pindah-pindah kerja."
3. "Saya ingin memperoleh uang lebih banyak, tetapi saya tidak sanggup
untuk keluar dan memulai dari awal lagi di perusahaan baru.
Dan saya tidak mau sekolah lagi untuk mempelajari profesi baru."
4. "Setiap kali gaji saya naik, sebagian besar kenaikannya dihabiskan
oleh pajak."
5. "Saya bekerja keras, tetapi satu-satunya orang yang menjadi kaya
adalah pemilik perusahaan."
6. "Saya bekerja keras, tetapi saya tidak maju-maju secara finansial.
Saya sebaiknya mulai memikirkan untuk pensiun."
7. "Saya takut teknologi atau karyawan yang lebih muda akan membuat
saya tidak terpakai lagi."
8. "Saya tidak bisa bekerja keras terus seperti ini. Saya menjadi terlalu
tua untuk itu."
9. "Saya belajar di fakultas kedokteran gigi untuk menjadi dokter
gigi, tetapi saya tidak mau lagi menjadi dokter gigi."
10. "Saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda dan bertemu orang-orang
baru. Saya capek membuang-buang waktu, berkumpul
dengan orang-orang yang tidak memiliki ambisi dan yang pergi
ke mana-mana. Saya capek menghabiskan waktu dengan orang
yang cuma bekerja secukupnya... supaya mereka tidak dipecat,
dan saya juga capek bekerja di perusahaan yang membayar kita
sekadar cukup... supaya kita tidak keluar."

Inilah ucapan-ucapan yang dilontarkan oleh orang yang terperangkap
dalam salah satu kuadran dari Cashflow Quadrant. Inilah
komentar-komentar yang sering disampaikan oleh orang yang ingin
berpindah kuadran. Mungkin sudah saatnya bagi mereka untuk
bergerak maju.

dari buku Robert T. Kiyosaki

Kekuatan Penghasilan Pasif

     Pernahkah Anda menggunakan keran air dengan per yang dipasang di kamar kecil umum untuk menghemat air? Setelah dibuka, Anda harus menahan keran tetap di sana, karena jika Anda melepasnya, keran akan menutup kembali.

     Sumber penghasilan sebagian besar orang bekerja seperti keran itu. Uang mengalir sedikit, dan begitu Anda melepasnya, keran tertutup kembali. Dengan cara itu, Anda tak akan pernah bisa membangun kebebasan. Yang Anda inginkan adalah keran tetap terbuka setelah Anda melepaskannya, karena keran ini dapat menyala sendiri.

     Ini bukan sekedar punya penghasilan untuk hari ini, besok, dan minggu depan; ini tentang mengamankan penghasilan Anda secara abadi. Inilah penghasilan pasif, yang disebut juga penghasilan residual, penghasilan yang terus mengalir, tanpa putus, jauh setelah Anda selesai melakukan usaha dan membelanjakan modal yang diperlukan untuk menciptakan sumber penhasilan itu. 

     Pindah ke kuadran B adalah langlah besar ke arah itu, tapi tidak semua bisnis akan menciptakan penghasilan pasif. Yang sebagian besar orang perlukan adalah jalan untuk menciptakan penghasilan pasif.

     Pemasaran jaringan mendatangkan penghasilan pasif, tapi tidak memerlukan banyak dana tunai untuk memulainya. Biaya tak langsung bisnis ini sangat rendah, dan bisnis dapat dijalankan secara fleksibel dari segi waktu sampai arus kas yang dihasilkan mencukupi sehingga wirausaha dapat bertransisi dari pekerjaan purna waktunya saat ini.

Dari buku karangan Robert T. Kiyosaki

Pemasaran Jaringan Bukanlah tentang Menjual Produk atau Memperoleh Penghasilan!

     Salah kaprah terbesar tentang pemasaran jaringan adalah bahwa pemasaran jaringan adalah bisnis menjual. Akan tetapi, menjual hanya mendatangkan lebih banyak penghasilan. Masalahnya, jika Anda menghentikan aktivitas itu, penghasilan pun berhenti. Pekerjaan menjual tidak akan membangun kekayaan atau kebebasan Anda. Inti pemasaran jaringan bukanlah menjual produk tapi membangun jaringan.


     Hukum Metcalfe mengatakan bahwa nilai suatu jaringan sama dengan kuadrat jumlah pengguna jaringan; Jika ada penambahan pengguna, nilai jaringan meningkat seperti deret ukur. 
 V = N
Dalam bahasa sederhana bermakna bahwa jaringan itu berfungsi seperti tuas: dengan jaringan Anda bisa mengungkit waktu dan usaha Anda.

     Pemasaran Jaringan adalah bisnis dengan pertumbuhan tercepat di dunia, tapi sebagian besar orang masih belum bisa melihatnya. Karena tidak menyadari bahwa bisnis sebenarnya bukanlah produk itu tapi jaringan yang dilewati oleh produk itu. Yang membuat bisnis Edison revolusioner bukanlah lampu pijar Itu, tapi sistem yang mengalirkan daya ke lampu pijar tersebut. Ini disebut jaringan.

     Orang masih belum menangkap nilai pemasaran jaringan karena nilai ini tak kasat mata: Nilainya bersifat maya, bukan fisik. Anda tidak bisa melihatnya dengan mata Anda karena memang sedikit sekali yang bisa dilihat. Inilah model bisnis Abad Informasi sejati: Untuk menangkap nilainya, membuka mata saja tidak cukup; Anda perlu membuka pikiran. Bisnis pemasaran jaringan meledak di seluruh dunia, tapi khalayak masih tidak melihatnya.

     Bisnis seperti General Motors dan General Electric adalah bisnis Abad Industri. Waralaba-McDonald's, Subway, The UPS Store, Ace Hardware, dan sejenisnya-adalah bisnis peralihan yang muncul untuk menjembatani perjalanan dari Abad Industri ke Abad Informasi. Bisnis pemasaran jaringan adalah bisnis asli Abad Informasi, karena tidak berhubungan dengan tanah dan bahan bangunan, pabrik dan karyawan, melainkan informasi murni. 

     Sebagai pemasar jaringan tugas Anda mengkomunikasikan informasi, mengisahkan cerita, dan membangun jaringan.

Dari buku karangan Robert T. Kiyosaki

Kekuatan Mentor

     Saya sering ditanya, "Bersediakah anda menjadi mentor saya?" Saya
menjawab sesopan mungkin dan menyarankan orang itu untuk melihat
bisnis pemasaran jaringan karena program bimbingan mereka.

     Saya semakin menghargai keuntungan yang saya dapat dengan
memiliki ayah kaya sebagai mentor. Sebagai guru sekolah, ayah
miskin saya tidak mempunyai pengetahuan atau pengalaman untuk
mengajari saya apa yang ingin saya ketahui tentang kuadran B dan I.
Tanpa ayah kaya, saya terus terang ragu-ragu apakah saya dapat
melakukan perjalanan dari sisi kiri Kuadran ke sisi kanan Kuadran.
Fungsi utama mentor dalam perusahaan pemasaran jaringan adalah
untuk membimbing anda pindah dari sisi E dan S Kuadran ke sisi B
dan I. Dan mereka tidak menarik bayaran dari anda untuk segala
waktu yang mereka investasikan dalam menuntun, melatih, dan
membimbing anda. Bimbingan itu tidak ternilai harganya.

     Kalau anda suatu saat melihat perusahaan pemasaran jaringan,
saya sangat menganjurkan agar anda melihat mentor di atas orang
yang memperkenalkan bisnis itu kepada anda. Sediakanlah waktu
untuk menemui mereka dan nilailah ketulusan mereka untuk membantu
anda melakukan perjalanan dari sisi E dan S ke sisi B dan I.
Mentor anda dalam hidup penting, jadi pilihlah mereka dengan
bijaksana.

Dari buku karangan Robert T. Kiyosaki

Karyawan bekerja pada orang lain

Inilah masalah terbesar dalam bekerja pada orang lain: Pekerjaan bukanlah aset. Anda tidak bisa menjualnya di eBay; Anda tidak bisa menyewakannya; Anda tidak bisa menerima dividen darinya.

Jadi, buat apa menghabiskan puluhan tahun, momen-momen emas kehidupan Anda, bekerja keras membangun aset orang lain, bukan aset Anda sendiri?

Sekali lagi: saat bekerja pada orang lain, Anda membangun aset-hanya saja bukan aset Anda sendiri.

Dari buku the bussiness of 21st century.
By Robert T Kiyosaki.
Hal 62.

Minggu, 09 Februari 2014

Cerita nyata akhir dari quadran employee / karyawan

Kisah Pilot Veteran Merpati Jualan Nasi Bungkus Demi Bertahan Hidup



Jakarta - Suka duka dialami para pilot PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Salah satunya pilot senior M. Fadjarudin. Pria paruh baya yang telah bekerja sebagai penerbang selama 32 tahun di Merpati ini, mengaku sudah sejak 26 Desember 2013 lalu belum menerima gaji.

Alhasil ia harus memutar otak untuk memuhi dan menutupi kebutuhan sehari-hari. Dibantu sang istri, setiap pagi ia menjual nasi bungkus ke sekolah sang cucu.

"Saya jual nasi ke tempat cucu sekolah. Saya makan dari situ. Saya usaha catering kecil-kecilan. Istri saya mau bantu," kata Fadjarudin usai jumpa pers di Kantor Pusat Merpati Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Menurutnya bertahan hidup dengan menjual nasi relatif cukup untuk kehidupan sehari-hari. Namun kondisi berbeda ketika muncul kebutuhan mendadak. 
Sumber:
http://m.detik.com/finance/read/2014/02/07/132000/2490234/1036/

Senin, 27 Januari 2014

Yess!!! We Can Be A Wealth People



Neil Rudenstein memiliki ayah seorang penjaga penjara dan memiliki ibu yg bekerja sebagai pelayan restoran, namun ia bisa menjadi rektor Univesitas Harvard yg terkenal itu. 

Charlie Wedemeyer memiliki cacat tubuh yg serius, sehingga ia hanya mampu menggerakkan mulut dan mengedipkan matanya saja, tetapi ia mampu melatih tim football nya hingga merebut juara.

John Johnson adalah keturunan budak, anak orang miskin, pemalu, berkaki bengkok dan menjadi sasaran ejekan, namun kini ia menjadi salah seorang terkaya di Amerika. 

75% dari 300 pemimpin kelas dunia dibesarkan dalam kemiskinan, memiliki cacat fisik yg parah, mengalami perlakuan tidak semestinya pada masa kanak-kanak. 

Sedangkan 80% milyarder di Amerika adalah milyarder generasi pertama, artinya kekayaan mereka bukan dari warisan orang tua.

Jangan PESIMIS menghadapi masa depan hanya karena kita dibesarkan dalam kemiskinan, memiliki cacat fisik, memiliki orang tua yg biasa atau karena kekurangan2 yg lain. 

Percayalah bahwa Tuhan menciptakan setiap kita dengan potensi yg komplit, dan DIA punya rencana yg luar biasa bagi setiap kita (secara unik dan spesifik).

» Iam Winner , I am Champion !!! H2W 

Copas dari BBM Teman 25 Jan 2014