Rabu, 22 Oktober 2014

Helen Anthonius: Kecanduan Hilang


POS-KUPANG.COM --- Setiap orang pasti memiliki masa lalu yang baik dan buruk. Dan ada orang yang sudah bisa melupakan masa lalunya yang buruk, namun ada orang yang masih terus  'akrab’, bahkan trauma  dengan masa lalunya.
Trauma itu terus menjadi  batu besar yang menghalangi mereka untuk menjalani kehidupan selanjutnya dengan lebih baik. Ada juga orang yang memiliki perangai dan kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan dalam kehidupannya dan hal ini juga menjadi penghalang baginya untuk meningkatkan kualitas diri dan kehidupannya di masa mendatang.
"Saya pernah menjadi pecandu komik. Saat remaja, dewasa hingga menikah pun saya bisa menghabiskan waktu 5-6 jam sehari untuk membaca komik. Dan lama kelamaan, saya baru menyadari bahwa kebiasaan itu akhirnya menjadi masalah dalam kehidupan saya dan keluarga," kata Helen.
Saya sulit mengurangi kebiasaan itu hingga saya menjadi anggota Komunitas FFG dan akhirnya sekarang saya mampu menghilangkan kebiasaan buruk itu. Juga sifat buruk saya yang dulu seperti tidak mau mengalah, egois dan diktator,"kata Helen
Ia mengaku kiini sifat itu sudah bisa dikurangi dan hampir tidak pernah muncul lagi. Helen sangat bersyukur bisa menjadi salah satu dari anggota Komunitas FFG. "Saya sangat berharap teman-teman lainnya bisa ikut menjadi anggota Komunitas FFG,” ajak Helen.

Sumber: http://kupang.tribunnews.com/2014/04/14/helen-anthonius-kecanduan-hilang

Donna Rissi: Mengatasi Trauma Masa Lalu


POS-KUPANG.COM --- Mantan Putri NTT tahun 2009, Donna Rissi mengatakan, Komunitas FFG menjadikan hidupnya bisa lebih berarti saat ini.
Gadis kelahiran 11 November 1990, ini mengaku memiliki sejumlah sifat yang buruk dan trauma pribadi masa lalu yang mempengaruhinya untuk bisa  melangkah ke depan’.
"Saya punya trauma masa lalu yang sangat  menyiksa’ kehidupan yang saya jalani. Akibatnya, saya menjadi seorang pribadi yang egois, pendendam," ujar Donna.
Ia mengatakan, sifatnya itu menjadi akar dari lahirnya sifat-sifat buruk yang lain. Namun setelah menjadi anggota Komunitas FFG dan mengikuti sekolah tiga hari pada Februari 2014 lalu di Jakarta, Donna bisa melupakan trauma masa lalunya.
"Kini saya menjadi manusia baru yang bisa menatap kedepan dan menjalani kehidupan ini dengan semangat dan harapan baru yang lebih baik. Bootcamp membuat saya menjadi lebih percaya diri untuk meraih masa depan yang lebih baik. Tuhan melakukan perkara yang luar biasa dalam kehidupan saya,” ujarnya.

Sumber: http://kupang.tribunnews.com/2014/04/14/donna-rissi-mengatasi-trauma-masa-lalu

Komunitas FFG Ubah Minus Jadi Plus


POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Meski baru sekitar 10 tahun terbentuk, Komunitas Freedom Faithnet Global (FFG) sudah memiliki jutaan anggota yang berasal dari 60 negara di dunia. Dan banyak anak asal NTT  pun sudah menjadi anggota komunitas FFG ini. Sebut saja Helen Anthonius dan Donna Rissi, warga Kota Kupang.
Dalam perbincangan dengan Pos Kupang, Helen dan Donna menceritakan keunikan dan keistimewaan Komunitas FFG bagi kehidupan mereka saat ini.
Helen menjelaskan, Komunitas FFG didirikan oleh Onggy Hianata dari Indonesia dan W.S. Yong, dan Mystere Teh dari Malaysia, sekitar 10 tahun lalu dengan nama Faithnet. Dan sejak pertengahan 2009, ia merangkul Freedom International untuk bergabung. Mulai saat itu, nama komunitas itupun menjadi Freedom Faithnet Global (FFG).
Komunitas FFG menjadi semacam sekolah informal bagi para anggota. Dan jika di sekolah formal lebih ditekankan pada kemampuan intelegensi, maka di FFG lebih menekan pada aspek kecerdasan emosional. Karena tanpa kecerdasan emosional yang tinggi maka orang dengan IQ tinggi sekalipun akan pasti gagal dalam kehidupannya di masyarakat.
Komunitas FFG  tersebar di lebih dari 35 negara. Anggotanya terdiri dari mereka yang memiliki visi dan misi untuk kehidupan, memberikan ruang untuk tumbuh secara mental dan spiritual untuk masa depan yang lebih baik bagi pribadi, keluarga, golongan dan negaranya. Komunitas ini tidakmengenal perbedaan agama, ras, dan politik. Hingga kini, di Indonesia anggota FFG sekitar 80.000.
Perkembangan komunitas ini luar biasa. Anggotanya tersebar di puluhan negara di lima benua. Dari Asia, sebut saja, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Hongkong, Arab Saudi, dan Iran. Dari benua Afrika, ada Kamerun, Afrika Selatan, Pantai Gading, Ghana dan  Kongo.
Anggota yang berasal dari Eropa juga tak sedikit. Mereka berasal dari Jerman, Inggris, Belanda, dan Austria. Lalu, ada juga anggota dari Australia dan Brasil di benua Amerika.
Dan banyak sekali manfaat positif yang diperoleh anggota ketika masuk menjadi anggota Komunitas FFG ini.
Pasalnya, Komunitas FFG bukan sekedar komunitas biasa namun FFG menjadi  sekolah kehidupan’ yang bisa diikuti setiap orang - tak pandang usia - dalam waktu singkat untuk bisa mengubah kehidupnya dari yang dulunya buruk alias negatif menjadi terlahir kembali alias positif.
Karena itu, kata Helen, seseorang yang benar-benar ingin merubah kehidupannya menjadi lebih baik, ingin merubah sifat buruknya menjadi sifat baik, ingin 'berdamai' dan memafkan masa lalunya, mau meningkatkan kualitas hidup, atau menjadi memimpin dan wirausaha maka Komunitas FFG menjadi pilihan.
"Artinya, FFG bisa merubah hal-hal negatif (minus) yang ada dalam diri setiap orang menjadi hal-hal positif (plus) sehingga kehidupan kita bisa menjadi lebih positif dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang banyak. Setelah bergabung dengan Komunitas FFG ini, maka perilaku buruk seseorang bisa dirubah menjadi baik," jelas Helen.
Ia mengatakan, bagi yang ingin tahu banyak tentang Komunitas FFG, bisa membuka youtobe: bootcamp value yourlife by ffg.
Jangan ragu menjadi anggota Komunitas FFG.

Sumber: http://kupang.tribunnews.com/2014/04/14/komunitas-ffg-ubah-minus-jadi-plus

Onggy Hianata : Ayo ke Bootcamp

Co Founder FFG, Onggy Hianata

POS-KUPPANG.COM --- CO  Founder FFG, Onggi Hianata di laman net mengatakan, manusia merupakan aset paling berharga, baik bagi perusahaan, lingkungan, maupun negara.
Karena itu, jika setiap manusia bisa meningkatkan kualitas hidupnya, maka lingkungan di sekitarnya turut memiliki kualitas yang tinggi. Pekerjaan untuk membangun manusia berkualitas bukanlah hal mudah.
Menurut Onggi pada laman net, Life Changing Bootcamp, merupakan salah satu kegiatan inti dari Komunitas FFG yang diselenggarakan dua bulan sekali di Kawasan Puncak Bogor. Kegiatan yang sudah mulai sekitar 8 tahun ini menjadi semacam inisiasi bagi mereka yang mau masuk menjadi anggota komunitas.
Tema umum dalam acara bootcamp yakni Value Your Life. Setiap orang pada dasarnya mencintai kedamaian dan peduli kepada orang lain. Cuma, karena berbagai kepentingan baik bisnis maupun politik, sikap dasar tersebut seringkali hilang. Dengan Life Changing Bootcamp, setiap orang diajak untuk berubah dan kembali peduli terhadap sesama.
Dengan metode simulasi selama tiga hari, peserta digiring untuk membongkar berbagai kepentingan yang selama ini menjadi beban hidupnya. Mengubah cara pandang terhadap hidup menjadi individu yang tangguh. Namu memang  tidak semua orang yang mengikuti Bootcamp merasakan manfaat yang sama.
"Ada yang mengalami perubahan positif namun ada yang belum karena semua tergantung dari setiap peserta. Mengapa? Sebab perubahan dan nilai positif bisa diperoleh jika datang dengan pikiran terbuka. Karena kegiatan ini bukan tempat mesin cuci otak," kata Onggy.

Sumber: http://kupang.tribunnews.com/2014/04/14/onggy-hianata-ayo-ke-bootcamp

Minggu, 02 Maret 2014

Tugas Anda sebagai Pemasar Jaringan -- Penggandaan

Rahasianya adalah penggandaan, adalah: Kekuatan bisnis Anda ada pada fleksibilitas atau skalabilitasnya. Bisnis yang fleksibel adalah bisnis yang bisa beroperasi pada skala apa saja.

Wirausaha sering menganggapnya sebagai masalah sukses atau gagal sama sekali. Dunia penuh dengan calon wirausaha yang menciptakan bisnis yang luar biasa, sepanjang bisnis itu beroperasi pada skala yang begitu kecil sehingga mereka bisa mengontrol setiap aspeknya. Akan tetapi, ada segelintir wirausaha yang tahu cara mendesain model bisnis kecil mereka sehingga dapat digandakan dan diperbanyak berkali-kali tanpa partisipasi Iangsung mereka

Inilah rahasia kecerdasan Ray Kroc dalam menciptakan fenomena McDonald's. Ray tidak mencari pasukan elite pengusaha restoran berbakat dengan keahlian super untuk menjalankan berbagai operasinya. Sebaliknya, dia mendesain keahlian langsung ke dalam operasinya

Itulah tepatnya yang dilakukan oleh perusahaan pemasaran jaringan yang pintar. Alih-alih hanya merekrut pembicara, presenter, dan wiraniaga paling berbakat, mereka mendesain presentasi ke dalam sistem itu sendiri, dalam bentuk alat informasi--dan, seperti kata John, semua itu tidak terjadi dalam waktu semalam

Menarik bahwa buku ini berjudul The Business of the 21st Century, karena meski sudah ada selama beberapa dasawarsa, sejatinya model bisnis ini baru sampai ke potensi riilnya.

Saat ini, ketika memulai bisnis pemasaran jaringan sendiri, Anda tidak perlu menjadi orator yang andal. Bahkan, berusaha menjadi seperti itu malah bisa kontraproduktif, karena, sekali lagi, kemampuan seperti itu adalah keterampilan yang sangat khusus, dan oleh karenanya tidak bisa digandakan.

Sebagai pemasar jaringan, uraian tugas Anda adalah, sederhananya, menjalin hubungan dengan orang lain, mengundang mereka untuk mengalami apa yang Anda rasakan dan menyimak informasi yang Anda terima, kemudian menindaklanjutinya bersama mereka. Selanjutnya, begitu mereka memutuskan bergabung dengan Anda dalam bisnis itu, Anda berbagi antusiasme dan pengalaman Anda dengan mereka, serta membantu mereka belajar melakukan apa yang Anda telah pelajari untuk di lakukan. 

Tugas Anda adalah menjalin relasi, berbincang, mengeksplorasi kemungkinan, mengenali orang lebih dekat, dan membantu mereka memahami apa sejatinya bisnis ini.


undang -> presentasi -> tindaklanjuti -> latih 


Berikut gagasan intinya: Dalam pemasaran jaringan, Anda adalah pembawa pesan, bukan pesan itu sendiri

Sekarang bukan zamannya lagi membawa sekardus besar produk sampel, mengubah ruang tamu menjadi tiruan etalase toko, atau mengingat daftar panjang fitur produk dan statistik keuangan. Sekarang abad ke-21. Di pemasaran jaringan masa kini, alat yang melakukannya. Tugas Anda adalah menjalin hubungan dan mengundang. 

Dan, tidak berarti Anda tidak memerlukan keterampilan. Anda mutlak memerlukannya. Anda perlu mengembangkan keterampilan yang kita bicarakan sebagai bagian dari Aset #1: kemampuan memperoleh rasa percaya diri, menghadapi penolakan, berkomunikasi, menjadi juru dongeng yang hebat, peduli tentang orang, melatih orang, dan lain sebagainya. 

Akan tetapi, keterampilan ini bisa dipelajari oleh siapa saja. Jika pernah membantu membangun liga sepak bola, tim POMG, atau kelompok catur, ikut kampanye politik atau kepanitiaan di tempat ibadah, melatih Little League, atau membentuk grup band sendiri, Anda pasti tahu seperti apa rasanya membangun jaringan. 

Anda tidak membutuhkan wiraniaga top untuk menggandakan apa yang Anda lakukan. Anda perlu orang yang bersedia mempelajari keterampilan bisnis dan komunikasi dasar serta tumbuh menjadi wirausaha dan pembangun tim yang mampu mengambil keputusan sendiri. 

Sedikit sekali orang yang benar-benar memiliki keterampilan menjual. Akan tetapi, siapa saja bisa menjadi sangat terampil dalam menjalin jaringan, menjadi pelatih, dan membangun tim. Itu artinya bisnis ini terbuka bagi ratusan juta tetangga Anda. Itu artinya Anda punya bisnis yang sepenuhnya dapat digandakan dan fleksibel. 

Setelah berhasil menumbuhkannya menjadi lima orang dan kemudian lima puluh orang, Anda menguasai keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk menumbuhkannya menjadi lima ratus, lima ribu, serta tak terhingga. Hal itu membawa kita ke segi kepemimpinan.


Dari buku karangan Robert T. Kiyosaki

Keterampilan Kepemimpinan yang Tak Tertandingi

Saat menyimak orang-orang ini berbagi cerita tentang perjalanan mereka memulai usaha dengan tangan kosong dan akhirnya menjadi kaya di luar impian terliar mereka, saya sadar bahwa apa yang diajarkan oleh bisnis ini kepada orang-orang itu persis seperti apa yang ayah kaya saya katakan kepada saya: Bisnis ini bukan sekadar mengajari mereka prinsip-prinsip berbisnis; bisnis ini membentuk mereka menjadi pemimpin.

Meski sepertinya bicara tentang uang, sebenarnya orang-orang ini sedang menginspirasi orang lain untuk keluar dari cangkang, mengatasi ketakutan, dan mengejar impian mereka. Untuk melakukan hal itu para pembicara membutuhkan keterampilan kepemimpinan. 

Kepemimpinan dibutuhkan karena meski banyak orang mengulang kata-kata dan frasa yang sama tentang impian, lebih banyak waktu bersama keluarga, dan kemerdekaan, hanya sedikit yang mampu cukup menggugah rasa percaya dan inspirasi sehingga orang lain mengikuti kata-kata serta frasa itu. 

Masalahnya bukan mengingat dan mengulang kata yang tepat; yang dibutuhkan adalah mengembangkan kemampuan untuk berbicara langsung ke jiwa orang lain. Itulah kualitas yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Itulah kepemimpinan sejati.  

Memiliki kemampuan memimpin adalah seperangkat keterampilan yang sangat bernilai, kuat, dan langka sehingga sebenarnya kemampuan seperti itu dengan sendirinya adalah aset, serta layak dibahas.

Kepemimpinan adalah kekuatan yang menyatukan semua. Kepemimpinan adalah hal yang membangun bisnis hebat

Kepemimpinan: kekuatan untuk mewujudkan sesuatu lewat kekuatan dahsyat visi yang Anda bagi. Pemimpin sejati dapat memindahkan gunung. 

Di tengah panasnya pertempuran, saya mendapati bahwa pemimpin yang hebat dan gagah berani sering kali pendiam, tapi begitu berbicara langsung menyasar ke batin dan jiwa kami.

Uang tidak datang ke bisnis dengan produk atau layanan terbaik. Uang datang ke bisnis dengan pemimpin terbaik

Semua pemimpin besar adalah pendongeng hebat yang mampu mengomunikasikan visi sedemikian rupa sehingga orang lain juga melihatnya. Lihatlah Yesus Kristus, Buddha, Bunda Teresa, dan Gandhi. Mereka semua pemimpin besar, yang artinya juga pendongeng hebat. 

Uang tidak datang ke bisnis dengan produk atau layanan terbaik. Uang datang ke bisnis dengan pemimpin terbaik. Bisnis yang lupa cara menyampaikan kisahnya sendiri akan segera keluar dari bisnis, meski masih punya berton-ton stok. Ketika saya menemukan bisnis yang berjuang secara keuangannya terkatung-katung, sering kali itu karena si pemimpin bisnis tidak bisa mengomunikasikan visi perusahaan--dia tidak bisa mendongeng. Mereka mungkin cerdas, tapi bukan komunikator yang baik.

Keterampilan kepemimpinan yang perlu Anda kembangkan untuk kuadran B sangat berbeda dari keterampilan manajemen yang umumnya paling dibutuhkan di kuadran E dan S.

Saya bertemu banyak orang di kuadran S, spesialis atau pemilik usaha kecil, yang ingin melebarkan bisnis tapi tidak bisa melakukannya karena suatu sebab: Mereka tidak punya keterampilan kepemimpinan. Tak seorang pun ingin mengikuti mereka. Karyawan tidak mempercayai mereka, juga tidak terinspirasi oleh mereka. 

Saya sering bertemu manajer madya yang gagal mendaki tangga perusahaan karena tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. 

Dunia ini penuh manusia kesepian yang sepertinya tidak bisa menemukan laki- laki atau perempuan idaman, semata karena tidak bisa mengomunikasikan sisi positif mereka.

Komunikasi mempengaruhi setiap aspek kehidupanan merupakan keterampilan No. 1 yang diajarkan pemasaran jaringan. 

Para pemimpin pemasaran jaringan sering menggambarkan diri mereka sebagai "pendongeng bergaji tinggi". Bahkan, mereka adalah pendongeng bergaji paling tinggi, dan ada penjelasan sederhana untuk hal itu: Mereka adalah pendongeng terhebat. 

Saat menghadiri pelatihan bisnis pemasaran jaringan, saya bertemu para pemilik bisnis paling sukses sedunia yang memulai bisnis dari nol. Mereka guru yang hebat karena mengajar dari pengalaman dan bukan dari teori. Selama mengikuti berbagai seminar bisnis, saya sering tanpa sadar mengiyakan apa yang mereka sampaikan dengan lugas tentang apa yang diperlukan untuk bertahan di dunia bisnis nyata.

Setelah seminar, saya sering berbicara dengan mereka. Saya terkesan dengan banyaknya uang yang mereka hasilkan, bukan hanya dari bisnis, tapi juga dari investasi mereka. Beberapa di antara mereka berpenghasilan lebih tinggi daripada CEO perusahaan top Amerika. 

Akan tetapi, ada sesuatu dalam diri mereka yang membuat saya jauh lebih terkesan. Meski kaya dan pastinya tidak harus memimpin acara-acara itu, mereka sangat bergairah mengajar serta membantu orang lain. 

Saya mulai sadar bahwa landasan bisnis pemasaran jaringan adalah para pemimpin mengangkat orang, sementara landasan perusahaan swasta atau badan usaha milik negara konvensional adalah mempromosikan segelintir orang dan menjaga sekumpulan besar karyawan tetap puas dengan gaji bulanan. 

Instruktur di dunia pemasaran jaringan tldak akan berkata, "Jika tidak bisa bekerja dengan baik, Anda saya pecat." Sebaliknya, mereka berkata, "Saya akan membantu Anda melakukannya dengan lebih baik dan lebih baik lagi. Selama Anda mau belajar, saya siap menjadi pembimbing Anda. Kita ini Satu tim." 

Tipe Pemimpin yang Sangat lstimewa

Pemasaran jaringan cenderung menghasilkan tipe kepemimpinan yang mempengaruhi orang lain dengan menjadi guru yang hebat, yakni mengajari orang lain cara mewujudkan impian hidup mereka dengan mengejar impian mereka.

Peluang untuk mengembangkan kemampuan sebagai pemimpin adalah nilai intrinsik yang hanya ditemukan pada pemasaran jaringan. Tentu saja Anda bisa belajar menjadi pemimpin di bidang lain. Dari angkatan bersenjata sampai pemerintahan, sampai dunia perusahaan, setiap lapis kehidupan menghasilkan pemimpin, tapi tidak banyak. 

Pemimpin sejati sangatlah langka--kecuali dalam pemasaran jaringan.

Pemasaran jaringan itu istimewa karena mengawinkan struktur kompensasi yang luas dengan sekumpulan orang yang 100% adalah relawan. 

Anda tidak akan menemui seorang pun distributor pemasaran jaringan yang menekan jam absen atau harus muncul di kantor.

Sebagai perwakilan independen, tak seorang pun direkrut atau dipecat--semua bekerja dengan sukarela. Tak seorang pun memberitahu Anda apa yang harus dilakukan; tak seorang pun bisa memberi Anda perintah. 

Jadi, bagaimana sistem ini bekerja? Mekanisme apa yang menggerakkan mesin itu? Jawabannya satu kata: kepemimpinan. 

Kepemimpinan yang Anda kembangkan dalam bisnis pemasaran jaringan akan muncul di setiap aspek kehidupan Anda.

Empat Elemen Kepemimpinan: Fisik, Emosional, Mental, dan Spiritual

Sekolah tradisional melatih Anda sebagai karyawan. Sekolah seperti itu hanya berfokus pada satu hal: kemampuan mental Anda. Jika berhasil menyelesaikan persamaan dan mengerjakan tes dengan baik, Anda dianggap cukup cerdas untuk menjalankan perusahaan. Konyol sekali. 

Penyebab kesuksesan saya sebagai wirausaha adalah pelatihan yang saya terima di Marinir. Sekolah militer menyiapkan Anda menjadi pemimpin hebat dengan tidak hanya berfokus pada kemampuan mental, tapi juga kemampuan emosi, fisik, dan spiritual Anda. Mereka mengajari Anda cara bertahan di bawah tekanan ekstrem. 

Saya cakap menerbangkan helikopter di Vietnam, tapi tidak mungkin saya memperoleh kemampuan itu tanpa mengembangkan spiritualitas saya. Kalau spiritualitas saya tidak kuat, rasa takut (emosi) pasti mendominasi, dan kemungkinan besar saya kikuk (fisik) mengendalikan heli tempur. Membuat keempat elemen itu--mental, emosi, fisik, dan spiritual--bekerja selaras membantu saya menyelesaikan misi tersebut.

Spiritualitas yang berkembang juga mempersenjatai saya dengan pengetahuan dan pemahaman atas apa yang diperlukan untuk menjadi pemimpin bisnis yang baik, karena keempat hal itulah yang diperlukan untuk sukses dalam bisnis. Mental, spiritual, fisik, emosi. 

Jika tidak bisa mengendalikan keempat aspek dalam diri Anda itu, Anda akan gagal. Jika tidak bisa membantu tim Anda mengembangkan keempat elemen itu, dan dengan begitu membantu mereka menjadi pemimpin yang efektif, Anda akan gagal. Sesederhana itu. 

Berada di garis depan berarti tidak peduli Anda disukai atau tidak. Tentu saja kita semua ingin disukai--tapi untuk menjadi pemimpin yang hebat Anda harus menetapkan batasan, memonitor perilaku tim, serta melakukan koreksi kapan pun diperlukan. Kadang Anda memarahi orang. Ya, itu akan terjadi--tak terhindarkan. Akan tetapi, inilah yang juga akan terjadi: Anda menciptakan tim terbaik yang mungkin, tim yang memahami harapan Anda, dan apa yang bisa serta tidak bisa Anda toleransi

Dari buku Robert T. Kiyosaki

Kekuatan Jaringan Pribadi Anda

Kekuatannya bukan pada produk; kekuatannya ada pada jaringan. Jika Anda ingin kaya, strategi terbaiknya adalah mencari cara untuk membangun jaringan yang kuat, laik, dan tumbuh.


Edison muda tidak puas hanya menjual koran, ia belajar cara mengirim serta menerima sandi Morse sehingga bisa bekerja sebagai operator telegram. Dalam waktu singkat dia menjadi salah seorang operator terbaik di tempat kerjanya--dan di tempat inilah dia mengetahui rahasia yang akan menjadikannya seorang jutawan. Sebagai operator telegram dia melihat apa yang mengubah penemuan telegram menjadi kesuksesan luar biasa. Hal itu adalah sistem kabel, tiang, orang-orang terampil, dan stasiun relai. Itulah kekuatan sebuah jaringan. 

Meski Edison terkenal atas keberhasilannya mengotak-atik lampu pijar dan menyempurnakan filamen yang membuat lampu pijar praktis, mendirikan perusahaan yang merentangkan kawat listrik sehingga memungkinkan lampu pijar masuk jauh ke masyarakat adalah bukti nyata kegeniusannya. Perusahaan yang Edison dirikan kemudian menjadikannya seorang multijutawan. Namanya General Electric. 

Yang membuat bisnis Edison revolusioner bukanlah lampu pijar itu sendiri, tapi sistem perkabelan listrik dan stasiun relai yang mengalirkan daya ke lampu pijar tersebut. Ini disebut jaringan.

Kata ayah kaya saya, "Orang terkaya di dunia membangun jaringan. Orang lainnya mencari kerja."

Dari juragan kapal dan operator kereta api sampai Sam Walton, Bill Gates, dan Jeff Bezoz, orang-orang terkaya sejagat adalah mereka yang tahu cara membangun jaringan. Sam Walton tidak memproduksi barang; dia membangun jaringan distribusi yang mengirimkan barang-barang itu. Bill Gates tidak membuat komputer; dia membangun sistem operasi untuk menjalankan komputer-komputer itu.

Jeff Bezos tidak terjun ke penerbitan buku; dia menciptakan jaringan online Amazon yang mengirimkan buku-buku itu.

Kekuatannya bukan pada produk; kekuatannya ada pada jaringan. Jika Anda ingin kaya, strategi terbaiknya adalah mencari cara untuk membangun jaringan yang kuat, laik, dan tumbuh.

Tentu saja kita bukan Thomas Edison, Sam Walton, atau Bill Gates, dan tidak akan pernah menjadi mereka. Ya, akan ada banyak perintis kreatif luar biasa di tiap generasi yang menciptakan jaringan multi juta dolar dari nol, seperti yang tokoh-tokoh itu lakukan, tapi ambisi seperti itu tidak masuk akal untuk puluhan ribu, apalagi jutaan, orang.

Itulah sebabnya pemasaran jaringan adalah ide yang brilian. Perusahaan yang membentuk industri pemasaran jaringan sekarang menawari jutaan orang seperti Anda peluang untuk membangun jaringan sendiri daripada menghabiskan umur bekerja untuk jaringan orang lain.


Dari buku karangan Robert T. Kiyosaki